Pokajan adalah permainan menyeimbangkan antara "menang secara agresif untuk mengumpulkan banyak yaku" dan "bermain defensif untuk menghindari deal-in." Di sini kita membahas cara bermain di setiap fase permainan dan cara mengenali kartu aman.
Melewatkan kemenangan itu merugikan: pendekatan dasarnya adalah mendeklarasikan begitu yaku apa pun selesai, bahkan yaku termurah 120 poin sekalipun. Beberapa laporan menunjukkan bahwa menahan diri demi yaku yang lebih besar justru cenderung menurunkan skor rata-ratamu dalam jangka panjang. Karena kartu di tanganmu diisi ulang menjadi 7 kartu setiap kali Pokajan, "menang kecil, sering" akan bertambah menjadi perbedaan besar secara keseluruhan.
Terlalu defensif juga merugikan: mencoba menghindari semua kartu berbahaya akan membuat tanganmu buntu, yang pada akhirnya membuatmu kehilangan lebih banyak kesempatan daripada yang kamu hemat. Pendekatan optimalnya adalah "pertahanan secukupnya" — hanya menghindari 1-2 kartu paling berisiko, bukan semuanya.
Mempersempit "grup incaran" menjadi sekitar 2-3 di awal ronde membuat keputusanmu soal kartu mana yang disimpan jadi lebih konsisten sepanjang pertandingan.
Grup yang lebih kecil, seperti unit 3 anggota, cenderung lebih mudah diselesaikan dan lebih praktis dalam permainan nyata. Grup yang mencakup bonus Holomen juga naik prioritasnya karena kamu bisa menambahkan poin ekstra.
Grup besar, seperti unit 5 anggota, memberi hadiah banyak tapi ambang batas untuk menyelesaikannya jauh lebih tinggi. Mengejar beberapa grup besar sekaligus sejak awal biasanya berujung tidak ada satu pun yang selesai. Belajar untuk cepat merelakan dan bilang "bukan ronde ini" pada suatu grup juga penting.
Jangan anggap grup yang sudah kamu persempit sebagai hal yang tetap — tetap fleksibel dan ganti targetmu berdasarkan situasi di meja (siapa membuang kartu apa). Kartu yang bisa dipakai untuk beberapa yaku sekaligus (misalnya Holomen yang sama yang juga termasuk grup incaranmu) layak diprioritaskan untuk disimpan.
Unit grup 4 anggota terasa paling seimbang: jika membandingkan kemudahan menyelesaikan yaku dengan hasil poinnya, banyak pemain merasa menjadikan unit grup 4 anggota sebagai incaran utama adalah pendekatan paling efisien. Selain itu, membangun seluruh kartu di tanganmu hanya demi menunggu satu kartu Bonus Holomen bisa mengunci hampir separuh tanganmu dan membuatmu kehilangan peluang lain. Simpan kartu Bonus Holomen saat kamu mendapatkannya, tapi jangan sampai seluruh tanganmu terkunci hanya untuk menunggu satu kartu itu saja.
Persempit yaku incaranmu menjadi 1-2, dan kumpulkan kemenangan dari yaku murah yang mudah diselesaikan agar kartu di tanganmu terus berputar. Prioritaskan menyerang daripada bertahan di tahap ini.
Jika kamu dekat dengan posisi teratas, jangan memaksakan diri — beralihlah ke prioritas kartu aman. Jika kamu tertinggal, pertimbangkan beralih ke yaku bernilai lebih tinggi. Baca kartu buangan di meja untuk menebak grup apa yang sedang dikejar pemain lain, dan anggap itu berbahaya.
Setelah deck tersisa di bawah 20 kartu, tangan pemain lain jadi lebih mudah dibaca. Jika kamu sudah mengamankan posisi ke-1 atau ke-2, jadikan menghindari deal-in besar sebagai prioritas utama. Sebaliknya, jika kamu tertinggal jauh, kamu mungkin perlu beralih strategi dan mengejar yaku bernilai tinggi untuk comeback.
Terutama saat kamu sedang menang, seringkali lebih baik membuang kartu yang terkait dengan yaku bernilai rendah dulu (seperti unit grup 3 anggota), menerima deal-in kecil sebagai skenario terburuk, daripada mengambil risiko deal-in yang jauh lebih besar. Kalau kamu sudah tidak bisa lagi menebak kartu mana yang aman, kembali saja ke aturan sederhana: buang dulu kartu yang terkait yaku bernilai paling rendah (unit grup 3 anggota). Cara ini saja sudah bisa membantumu menghindari deal-in terburuk.
・Kartu yang sama dengan yang baru saja dibuang pemain lain (mencocokkan buangan terbaru)
・Kartu yang sudah beberapa kali muncul di tumpukan buangan
・Kartu yang dibuang pemain tepat sebelum giliranmu
・Kartu di mana sebagian besar anggota grup lain sudah keluar (membuat yaku grup itu kecil kemungkinannya)
・Holomen yang kartu warna cocoknya sudah banyak habis di ronde ini (membuat bonus warna sama kecil kemungkinannya)
・Kartu yang belum pernah muncul sama sekali di area permainan (mungkin sedang dipegang pemain lain)
・Kartu dari Holomen/grup yang terus dibuang oleh pemain tertentu — mereka mungkin justru sedang menimbun kartu terkait di baliknya
・Kartu dari bonus Holomen yang ditentukan (sangat diincar, dan kerugiannya besar jika kamu deal-in)
Mencocokkan buangan terbaru adalah pertahanan dasarmu: membuang kartu yang sama dengan yang baru saja dibuang — kadang disebut "safety match" — adalah cara paling dasar untuk menghindari deal-in. Logikanya: jika kartu itu bisa melengkapi suatu yaku, pemain sebelum kamu pasti sudah menang darinya, bukan malah melewatkannya.
Jumlah Holomen yang tersedia dalam game memengaruhi berapa banyak salinan karakter atau warna tertentu yang bisa kamu perkirakan muncul dalam permainan. Berikut cara memikirkan kartu aman berdasarkan ukuran roster.
Asumsi untuk perkiraan ini: kita asumsikan ada 9 kartu per Holomen (3 warna × 3 salinan masing-masing), dan 100 kartu benar-benar dimainkan dari total pool dalam satu ronde. Total jumlah kartu diperkirakan sebagai "jumlah roster × 9".
| Jumlah Roster | Total Kartu | Perkiraan salinan per karakter |
Perkiraan salinan per karakter & warna |
|---|---|---|---|
| 14 *1 | 126 | 7.14 | 2.38 |
| 15 | 135 | 6.67 | 2.22 |
| 16 | 144 | 6.25 | 2.08 |
| 17 | 153 | 5.88 | 1.96 |
| 18 *1 | 162 | 5.56 | 1.85 |
*"Perkiraan salinan" adalah rata-rata teoretis jumlah kartu karakter (atau warna) tersebut yang kamu perkirakan ada di antara 100 kartu yang dimainkan (ekspektasi hipergeometrik: 100 × kartu yang cocok ÷ total kartu). Hasil sebenarnya akan bervariasi setiap rondenya.
*1 Baris 14 dan 18 karakter adalah nilai referensi yang belum terverifikasi — penulis belum memastikan roster benar-benar pernah berjumlah tepat segitu.
Semakin besar roster, semakin sulit "warna sama": seperti terlihat di tabel, begitu roster mencapai 18 karakter, perkiraan salinan per karakter-dan-warna turun ke hanya 1.85. Rata-rata, itu berarti kurang dari 2 salinan yang dimainkan sama sekali — artinya baik kamu maupun lawanmu akan jauh lebih sulit mengumpulkan 3 kartu yang dibutuhkan untuk yaku warna sama.
Penerapan praktis: roster besar membuat "kartu aman" lebih mudah ditemukan: di lingkungan roster kecil (sekitar 14 karakter), setiap warna relatif mudah dikumpulkan pada 2.38 salinan, jadi mewaspadai yaku warna sama itu berharga. Di lingkungan roster besar (17–18 karakter), pool kartu yang dibutuhkan untuk yaku warna sama terlalu tipis, jadi membuang kartu "karakter sama, warna sama" dengan percaya diri sebagai kartu aman menjadi pilihan yang layak. Seiring roster terus bertambah di update mendatang, mengingat faktor "lebih sulit diselesaikan" ini seharusnya mempertajam kemampuanmu membaca kartu.
Beberapa tren umum yang kami amati melalui permainan sungguhan. Gunakan ini sebagai referensi untuk strategimu sendiri.
Hubungan antara kartu awal yang bagus dan skor akhirmu lebih lemah dari perkiraan — keputusanmu setelah kartu dibagikan lebih berpengaruh daripada keberuntungan draw awalmu.
Hampir tidak ada keuntungan atau kerugian yang terasa dari posisi dudukmu, jadi sepertinya tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Bahkan melawan pemula, kamu bisa lebih sering kalah dalam rentang permainan yang pendek — perbedaan skill yang sebenarnya baru terlihat jelas setelah bermain cukup banyak pertandingan. Jangan terlalu terbawa perasaan oleh satu hasil pertandingan saja.
Jawaban untuk pertanyaan yang paling sering muncul — "ini cuma soal keberuntungan?" dan "kenapa aku terus kalah?"
Memang benar kartu awal dan draw-mu melibatkan keberuntungan. Tapi seperti disebutkan di bagian "Data yang Perlu Kamu Ketahui" di atas, hubungan antara kartu awal yang bagus dan skor akhirmu lebih lemah dari perkiraan — yang benar-benar menentukan hasilnya adalah cara bermainmu setelah itu. Keberuntungan memang berperan, tapi masih ada banyak ruang bagi skill untuk membuat perbedaan nyata.
Cek apakah kamu mengalami hal-hal berikut:
・Apakah kamu terlalu sering melewatkan yaku murah? (Lihat Pendekatan Utama — menang kecil, sering, adalah rencana dasarnya.)
・Apakah kamu terlalu defensif sampai tanganmu buntu? (Terlalu defensif juga merugikan.)
・Apakah kamu mengejar terlalu banyak grup sekaligus alih-alih mempersempitnya? (Lihat Mempersempit Grup.)
Patokan yang berguna adalah "peringkat rata-rata," konsep yang sering dipakai pemain mahjong. Karena Pokajan juga permainan 4 pemain, kalau peringkat ditentukan secara acak sepenuhnya, rata-ratanya akan otomatis jadi 2.5 ((1+2+3+4)÷4 = 2.5). Karena itulah pemain mahjong biasa menganggap "berhasil di bawah 2.5" sebagai salah satu tolok ukur skill, dengan di bawah 2.4 sering dianggap sebagai patokan level mahir.
Daripada terpaku pada hasil satu pertandingan saja, lebih berguna untuk merata-ratakan peringkatmu selama puluhan pertandingan. Sekali saja finis di posisi ke-4 bisa menurunkan rata-ratamu cukup banyak, jadi memprioritaskan "hindari posisi ke-4" cenderung lebih menstabilkan peringkat rata-ratamu dibanding mengejar posisi ke-1 secara agresif. Kamu bisa melihat "Peringkat Rata-rata" milikmu sendiri lewat popup dengan mengetuk ikon karakter saat pertandingan berlangsung (dijelaskan di bagian Cara Membaca Info Pemain pada halaman Aturan & Cara Bermain).
Lupakan dulu detail-detail kecil — cukup ingat "menang kecil, sering, bahkan dengan yaku murah." Lihat Pendekatan Utama untuk penjelasan lebih lanjut.
Ingin mengumpulkan koin lebih efisien? Cek juga halaman Cara Mengumpulkan Koin.
💬 Komentar
Punya strategi atau tips yang berhasil buatmu? Silakan bagikan.